Aku
hanya terlalu egois saja, dan tak mengerti apa yg sebenarnya ibu
inginkan dan yg harus aku lakukan untuk ibu. Disaat ibu bekerja, aku
hanya diam. Bahkan sibuk dengan aktivitasku yg sesungguhnya tidaklah
penting disbanding pekerjaan yg ibu lakukan. Aku seakan menutup mata dan
acuh kepada ibu yg bekerja demi aku. Aku berfikir, teganya aku. Setiap
disuruhpun aku selalu mengeluh, padahal itu pekerjaan yg mudah. Aku
seakan pura-pura tak dengar ataupun tak mengetahui jika ibu sebenarnya
membutuhkan bantuanku. Egois. Ya, aku terlalu egois, Tuhan.
Kamis, 05 April 2012
Tuhan, Dengarlah Doaku untuk Ibu
Tuhan, begitu baiknya Engkau memberikan seorang ibu yg sangat baik
kepadaku. Aku sangat senang memiliki ibu seperti ibuku. Dia sosok yang
sabar, mengerti, membimbing dengan baik, dan semua hal yg indah dimiliki
olehnya. Tuhan, maafkan aku yg selalu membuat ibu marah, menangis,
bahkan sampai sakit hati karenaku. Sungguh sebenarnya aku tak sengaja,
Tuhan. Tak ada niat dari diriku untuk membuat ibu seperti itu.
Aku
hanya terlalu egois saja, dan tak mengerti apa yg sebenarnya ibu
inginkan dan yg harus aku lakukan untuk ibu. Disaat ibu bekerja, aku
hanya diam. Bahkan sibuk dengan aktivitasku yg sesungguhnya tidaklah
penting disbanding pekerjaan yg ibu lakukan. Aku seakan menutup mata dan
acuh kepada ibu yg bekerja demi aku. Aku berfikir, teganya aku. Setiap
disuruhpun aku selalu mengeluh, padahal itu pekerjaan yg mudah. Aku
seakan pura-pura tak dengar ataupun tak mengetahui jika ibu sebenarnya
membutuhkan bantuanku. Egois. Ya, aku terlalu egois, Tuhan.
Aku
hanya terlalu egois saja, dan tak mengerti apa yg sebenarnya ibu
inginkan dan yg harus aku lakukan untuk ibu. Disaat ibu bekerja, aku
hanya diam. Bahkan sibuk dengan aktivitasku yg sesungguhnya tidaklah
penting disbanding pekerjaan yg ibu lakukan. Aku seakan menutup mata dan
acuh kepada ibu yg bekerja demi aku. Aku berfikir, teganya aku. Setiap
disuruhpun aku selalu mengeluh, padahal itu pekerjaan yg mudah. Aku
seakan pura-pura tak dengar ataupun tak mengetahui jika ibu sebenarnya
membutuhkan bantuanku. Egois. Ya, aku terlalu egois, Tuhan.
Selasa, 20 Maret 2012
Surat Dari Anak Aborsi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh Teruntuk Bundaku
tersayang… Dear Bunda… Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda
baik-baik saja…nanda juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang
banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini
untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda…. Bunda, ingin sekali
nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami
walaupun hanya sesaat…
Sabtu, 03 Maret 2012
Surat Kecil Untuk Kakak
Sabtu, 3 Maret 2012
Hari ini, sekitar pukul 05.15, gua lagi duduk di tempat tidur kakak gua. Mumpung balik ke rumah, nyanyi-nyanyi dulu bikin rumah gaduh :D. Mati lampu disini tadi. Trus gua ng-play lagu favorite gua. Eh, pas nengok sebelah, liat tas kakak gua yg biasa buat kuliah. Eh, ada "binder" kakak gua. Gua ambil aja, deh. Gua liat-liat tuh dalemnya apaan. Ya emg pelajaran doank yg pasti gua kaga dong. Ada gambar-gambar buatan kakak gua jga yg lucu, hihi.
Langsung tudepoin aje ye. Iseng-iseng, gua ngambil ballpoint, trus gua nulis di belakang binder kakak gua itu. Paragraf pertama sih gua nulis pesan dan kesan gua :D Paragraf ke 2 dan trakhir, gua nulis harapan gua. Semua harapan gua, gua tulis disitu. Bahkan bisa disebut curhatan juga, sih. Nah, gua mulai nulis apa yg hati gua rasain. Tentang keIRIan gua. Gua berharap kakak gua baca tuh catatan gua. Dan isi catatan gua adalah :
Hari ini, sekitar pukul 05.15, gua lagi duduk di tempat tidur kakak gua. Mumpung balik ke rumah, nyanyi-nyanyi dulu bikin rumah gaduh :D. Mati lampu disini tadi. Trus gua ng-play lagu favorite gua. Eh, pas nengok sebelah, liat tas kakak gua yg biasa buat kuliah. Eh, ada "binder" kakak gua. Gua ambil aja, deh. Gua liat-liat tuh dalemnya apaan. Ya emg pelajaran doank yg pasti gua kaga dong. Ada gambar-gambar buatan kakak gua jga yg lucu, hihi.
Langsung tudepoin aje ye. Iseng-iseng, gua ngambil ballpoint, trus gua nulis di belakang binder kakak gua itu. Paragraf pertama sih gua nulis pesan dan kesan gua :D Paragraf ke 2 dan trakhir, gua nulis harapan gua. Semua harapan gua, gua tulis disitu. Bahkan bisa disebut curhatan juga, sih. Nah, gua mulai nulis apa yg hati gua rasain. Tentang keIRIan gua. Gua berharap kakak gua baca tuh catatan gua. Dan isi catatan gua adalah :
Senin, 09 Januari 2012
Ibu, maaf
"aduh, sekolah kita kotor banget, ya? Kayaknya ada anak tukang sapu, nih. Eh bersihin sekolah dengan sapu ajaibmu donk ! hahaha"
Itulah kata-kata yg selalu aku dengar. Ejekan dari teman-teman sekolahku. Ya, kata-kata itu memang menyakitkan. Tapi, itu memang kenyataanku.
Namaku Kiki. Aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Saat ini umurku 14 tahun. Aku lahir dari keluarga yg sederhana. Bahkan kalau aku pikir, keluargaku itu miskin. Aku anak tunggal. Kebanyakan, pasti kalau anak semata wayang bakal di manja. Tapi tidak dalam kehidupanku. Ayahku sudah lama pergi. Dia pergi tanpa rasa tanggung jawab saat ibuku masih mengandung aku. Ibuku bekerja sebagai tukang sapu di jalan. Penghasilan ibuku pun kecil. Hanya 15 rb sehari.Itu saja kalau genap.
Itulah kata-kata yg selalu aku dengar. Ejekan dari teman-teman sekolahku. Ya, kata-kata itu memang menyakitkan. Tapi, itu memang kenyataanku.
Namaku Kiki. Aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Saat ini umurku 14 tahun. Aku lahir dari keluarga yg sederhana. Bahkan kalau aku pikir, keluargaku itu miskin. Aku anak tunggal. Kebanyakan, pasti kalau anak semata wayang bakal di manja. Tapi tidak dalam kehidupanku. Ayahku sudah lama pergi. Dia pergi tanpa rasa tanggung jawab saat ibuku masih mengandung aku. Ibuku bekerja sebagai tukang sapu di jalan. Penghasilan ibuku pun kecil. Hanya 15 rb sehari.Itu saja kalau genap.
Label:
Cerita Online
Langganan:
Komentar (Atom)

